Latah, eh, Latah,
Dikagetin dikit, langsung berteriak panik, ngikutin kata- kata orang lain. Bahkan sampai melakukan gerakan tertentu. Setelah itu, biasanya teman” sekitar langsung deh ketawa ngeledek. Uh, enak saja ya, mereka ketawa” gitu. Emangnya badut?? Nggak tau apa kalau latah itu bikin capek dan FRUSTASII???
Dalam ilmu pengetahuan, latah dikenal dengan banyak istilah, karena bentuknya yang macem”. Yang paling sering ditemui adalah echolalia , yang berasal dari bahasa Yunani: “echo” artinya mengulang, sementara “alia” artinya babbling atau percakapan yg nggak bermakna. Jadi kalau kita ketemu orang yg sering mengulangi kata” yg sama saat kaget (ex: “eh copot eh copot” saat lagi panik atau orang yang kalau kita teriak “aku cantik”, terus dia bilang “aku cantik juga”), itu adalah contoh echolalia, Latah jenis ini paling sering terjadi.
Selain itu ada juga orang yg saat kaget mengeluarkan sumpah serapah dan kata” kasar, seperti menyebutkan nama organ seksual. Nah, latah jenis ini biasa disebut coprolalia. Diambil dari bahasa Yunani juga yg artinya percakapan nggak bermakna, yg sifatnya tabu dan tidak sesuai dengan norma sosial. Biasanya kata” ini diucapkan dengan nada keras. Meski gitu, menurut J.E.Cohen dan S. Levi-Pearl, dari Tourette Syndrome Association, mereka yg biasanya mengeluarkan latah coprolalia itu lebih sering menyerukan kata” kasar dalam hatinya saja, ketimbang meneriakkannya. Efeknya percakapan diam-diam ini bikin mereka stress bangett!
Selain latah verbal tersebut, ada juga latah non-verbal alias nggak ngomong dan berupa gerakan tubuh. Misalnya saat kaget, dia melompat lompat atau menggerakkan tangannya. Kalau gerakan itu mengikuti gerakan orang laen, maka disebut sebagai echopraxia. Sementara kalau gerakannya mengarah pada gerakan yg dinilai tabu, diistilahkan sebagai copropraxia.
Lucunya nihh, kata “latah” sendiri emang sering diasosiasikan dengan penduduk di Asia Tenggara, seperti kita kita ini. Biasanya latah ini dianggap sebagai culture-specific syndrome (semacam gejala psikologis khusus, yg hanya ditemukan pada budaya tertentu), yg sering muncul pada cewek dewasa(kalau di Indonesia kebanyakan juga nenek nenek.hehe) Wah, jadi kita dianggap unik donkk. Hehehehe......
This entry was posted
on 02.09
.
You can leave a response
and follow any responses to this entry through the
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
0 komentar